Misteri Keberuntungan
Posted by agus rest on March 19, 2008
Tergelitik dengan komentar kolega saya di blog ini, ketika mempertanyakan faktor Luck dalam keterlibatan kesuksesan seseorang, kesuksesan suatu lembaga/organisasi, atau dalam lingkup yang lebih luas barangkali kesuksesan suatu bangsa dalam tataran negara sedunia misalnya. Menarik memang ketika sesorang dianggap sukses dalam berbisnis, rata-rata teman sejawatnya akan ngomong “ahh itu kan hanya kebetulan saja”, mungkin banyak pula yang mencibir “si Fulan sukses kan karena warisan orang tua”. Bahkan ada yang secara ekstrim bilang “emang udah dari sononya kali!!”
Lalu bagaimana dengan seseorang yang dulu bukan siapa-siapa, ternyata mampu membangun imperium bisnisnya hingga mengglobal dan dikenal diseantero dunia. Banyak contoh yang sudah ada untuk hal-hal seperti itu. Sebutlah nama Bob Sadino, ketika diawal usahanya, ia bersama sang istri merintis usaha telur ayam broiler, yang kala itu orang belum banyak kenal. Dan sekarang pengusaha yang berpenampilan ala koboi ini menikmati kesuksesannya. Siapa yang tidak kenal Kemchick dan Kemfood? Dan Bob lah orang yang berada dibelakang kedua perusahaan itu.
Dari Jepang tentunya kita semua tahu merk sepeda motor yang membanjiri pasar Indonesia. Nama Soichiro Honda pun akan selalu dikenang sebagai penggagas kemunculan sepeda motor yang sekarang dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat kita ini. Dulunya Honda kecil ini bukanlah siapa-siapa. Orang baru tahu namanya pasca Jepang luluh lantak dihajar perang dunia ke-2. Termasuk pabrik Soichiro ikut hancur, pabrik yang saat itu memproduksi piston untuk supply kebutuhan merk yang lebih dulu ada, Toyota. Namanya baru dikenal ketika dia memasang sebuah motor kecil pada sepeda. Dan kesuksesan pun tak ayal menghinggapinya hingga Honda menjadi sebuah merk dagang yang sudah dikenal luas sampai sekarang.
Lalu apa kaitannya contoh diatas dengan faktor luck? Apakah orang-orang itu tiba-tiba saja muncul tanpa adanya sebuah kerja keras? Barangkali bisa kita analogikan pada sebuah kasus undian ataupun lotere. Semisal anda mengikuti undian yang diadakan oleh produsen sabun mandi misalnya. Secara statistik, probabilitas menang anda adalah satu banding seluruh peserta undian. Bila peserta adalah seribu orang, maka peluang anda adalah 0,001 persen. Dan bila tiba-tiba saja anda muncul sebagai pemenang, inilah yang disebut luck/hoki. Mengapa? Karena anda tidak ikut secara langsung dalam “proses” yang mengakibatkan anda memenangkan undian tersebut. Fenomena ini sama dengan misalnya kita hidup santai, makan uang warisan. Kerjanya memasang undian judi togel atau semacam SDSB di masa lalu. Semakin banyak membeli maka kemungkinan peluang akan semakin besar. Namun juga peluangnya masih terlalu kecil bila dibandingkan dengan jutaan pesertanya misalnya.
Menarik apa yang dikatakan oleh Thomas Jefferson bahwa “I’m a great believer in luck and I find the harder I work, the more I have of it” yang artinya kurang lebih bahwa “Saya sangat percaya akan suatu keberuntungan dan saya menemukannya setelah saya bekerja keras. Lebih keras lagi saya bekerja maka keberuntungan akan lebih banyak saya peroleh.” Langston Coleman mengamini apa yang dikatan Thomas Jefferson bahwa “Luck is what you have left over after you give 100 percent” artinya bahwa keberuntungan akan datang setelah kita berusaha 100 persen!. Juga layak direnungkan petuah bijak dari Soichiro Honda “orang hanya tahu 1% keberhasilan saya, tapi mereka banyak yang tak tahu 99% kegagalan saya”.
Pilihan ada pada diri kita masing-masing, dan anda pun boleh setuju boleh tidak dengan tulisan ini
PS : Diambil dari berbagai sumber, salah satunya dari link berikut ini
*gambar diambil dengan paksa dari sini


March 20, 2008 at 0:50
aku pernah baca dalam suatu site, kalo luck factor tersebut bukan kebetulan. bisa digenerate, distatistik, di-clone dan bahkan memiliki pola yang unik diantara para pelakunya
March 20, 2008 at 1:58
saya juga pernah membaca sebuah artikel (kiro-kiro ngene jarena)”bahwa orang yang beruntung adalah orang mempersiapkan dan mendapatkan hasilnya”
March 20, 2008 at 3:14
kalo bicara keberuntungan tentunya tak lepas dari perjalanan proses sejauh mana kita melakoni sesuatu. Karena keberuntungan hubungan nya dengan sesuatu yang luar biasa atau sesuatu yang besar menurut kita.
March 21, 2008 at 11:02
Hehehe… penjelasan brilliant!
berarti nggak salah kalo saya bilang ’saya berguru’ hehehe…
March 21, 2008 at 11:19
just my luck…
March 21, 2008 at 14:32
keberuntungan itu adalah buah dari sebuah pohon yang di siram dengan air doa dan keringan dan di pupuk dengan kerja keras.
March 21, 2008 at 23:53
Menarik sekali yang dikatakan Thomas Jefferson.
Keberhasilan adalah keberuntungan hasil kerja keras.
supaya tidak terlalu lupa diri dengan keberhasilan atas kerja keras, saya rasa…
March 23, 2008 at 20:59
bukankan faktor keberuntungan itu jauuuhh beda dengan hasil yang kita dapat dengan kerja kers ??
*sok tw ah!!*
March 24, 2008 at 12:02
saya beruntung g ya??
March 24, 2008 at 16:41
iam a lucky.. what about you?? haha… med kenal jugaa…
March 25, 2008 at 18:42
kalau menurut saya, keberuntungan itu tergantung dari sisi apa kita melihat keadaan kita sekarang.
Orang optimis biasanya selalu mengangap dirinya beruntung, tapi orang pesimis.. jarang sekali berpikir dirinya beruntung atau pernah mengalami keberuntungan
March 25, 2008 at 23:04
Keberuntungan tiap2 orang memang berbeda2, ada orang yang selalu bersyukur atas apa yang telah didapatnya (walo dia termasuk kurang beruntung dibanding temannya). Tapi apapun… dunia ini hanya fana
April 1, 2008 at 14:28
res, kayaknya bisa match dengan bahasan mu : http://invy.us/2008/03/26/buku-becoming-a-magnet-of-luck-yang-unik/