Budaya membaca
Posted by agus rest on March 15, 2008
Saya sempat terkesima, dan bertafakkur ketika diri ini merasa sangat lemah dan tak berdaya, kala dengan arif dan bijak sang ustadz membawakan khutbah jum’atnya kemarin siang. Tidak seperti khutbah-khutbah pada hari jum’at sebelumnya, siang itu hati saya terasa begitu sejuk dan tersentuh hingga waktu terasa begitu singkat ketika tiba-tiba saja sang kyai sudah harus menutup khutbahnya dengan do’a. Tanpa dogma dan cukup sedikit ayat, namun sangat menggugah nalar, mengajak kita untuk berfikir. Sebuah refleksi kedirian yang sarat dengan makna.
Khutbah dimulai dengan penjelasan alasan mengapa bangsa Jepang menjadi sebuah negara yang begitu maju, setelah dihantam perang dunia yang memporak-porandakan hampir seluruh wilayah di negeri itu. Adalah ilmuwan barat yang menyimpulkan bahwa kegemaran mengonsumsi ikan laut dan kebiasaan membacalah yang mampu membuat jepang menjadi seperti sekarang ini, bangkit dari keterpurukan dan menjelma sebagai salah satu negara yang sangat berpengaruh di dunia. Ikan laut membuat tubuh mereka menjadi sehat, dan terpenting, budaya baca, membuat masyarakat jepang lapar akan ilmu pengetahuan. Dalam kesehariannya, mereka tak pernah lepas mengisi tas mereka dengan buku. Tak peduli pelajar, karyawan, tua-muda, pejabat, dan artis, tak luput mengisi aktivitasnya dengan membaca.
Sebuah ironi memang. Indonesia yang mayoritas muslim, begitu sering diingatkan oleh Allah melalui kitab sucinya, untuk membiasakan membaca. Tapi kenyataan di lapangan, hampir sangat jarang kita jumpai kegemaran membaca itu ada di masyarakat kita. Malah bangsa jepanglah yang sudah memahami ayat-ayat Tuhan itu, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal sudah sangat jelas, allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu yang mau merubah nasib mereka sendiri.
Ketika bangsa ini sudah puas dengan kondisi sekarang, entah merasa pintar ataupun terlena oleh kekayaan alamnya, bangsa lain malah berhasil mengeruk keuntungan dari keadaan negara kita yang seperti itu. Barangkali kita hanya kebagian 15-20 persen saja. Selebihnya dikeruk mereka yang menguasai teknologi. Implikasi dari kemalasan kita dan keengganan untuk belajar, belajar dan terus belajar. Hingga menjadikan kita sasaran target pasar mereka, karena kita hanya puas sebagai bangsa konsumtif belaka.
Gambar diambil dari sini


March 15, 2008 at 17:57
wah.. kalo kita mungkin kebanyakan cangkruk!
btw guneman kita bermutu juga kan? hehehhe….
March 15, 2008 at 23:31
nek gara-gara budaya cangkruk yo gaya cangkruk opo mutu cangkruke kudu ditingkatno
March 16, 2008 at 1:36
seorang blogger Indonesia, yang juga mahasiswa di India pernah nulis (sorry aku lupa linknya), bahwa Profesornya pernah mendapat tugas mengajar di Malang. Kuliah Tamu.
Sekembalinya dari sana, beliau bercerita ,”Saya ini bingung, di Surabaya itu banyak sekali Mall. Tapi Perpustakaan Umum yang bagus dan ramai di kunjungi orang nyaris tidak ada. Sebenarnya apa saja yang kalian orang Indonesia lakukan disaat senggang ? Makan dan jalan-jalan ?”
What do you think Rest ?
March 16, 2008 at 4:40
hmm kayaknya sih orang indonesia kalo ada waktu senggang buat makan dan jalan2 deh tapi kalo di gresik pada cangkru`an heheh
March 16, 2008 at 20:03
kata orang sih, kalo orang sudah kepepet maka ide kreatifnya muncul, entah itu positif atau negatif.
mungkin kita masih belum “kepepet” ya, jadi belum mau mikir (kreatif)…
March 17, 2008 at 1:24
@Tony : boleh2 *kpn ngupi2 bareng maneh
*


@Tumes_Semut : kayak warkop2 ngGresik dikasih wi-fi gt yah cak
@Dadan : Emg itulah realitanya
@Leah : termasuk kita2 yah mbak :), btw thx uda mampir
@Mybenjeng : ayo2 mikir2
March 17, 2008 at 10:38
Hobby membaca itu ibarat membuka jendela dunia.
March 17, 2008 at 21:54
Bener Kang..! nek ngopi trus moco buku kok ketok e SARU.. tp wis lumayan saiki Kang, tiap warung langganan KORAN dadi yo sik onok sing diwoco… piye Kang..?
March 18, 2008 at 10:04
Kesukaan membaca emang harus dimulai dari masa kanak-kanak. Kalau dari kecil nggak deket-deket buku, sulit untuk jatuh cinta ama buku.
March 18, 2008 at 13:02
@all
gimana kalo hobi baca dan cangkruk digabung: wujudnya jadi “taman bacaan” hehehe, isinya? obrolan bergizi yg akan membentuk karakter.
caranya?
mbuh… bayangno dewe…
March 18, 2008 at 15:07
blogging bisa dikategorikan budaya membaca (dan menulis) kan??
March 18, 2008 at 18:21
@emyou
Setuju, jeng.
Menulis adalah pasangannya membaca.
March 18, 2008 at 18:37
@arest
Sorry bos, jadi nge-junk di ‘rumah’ sampeyan…
jadi rusuh pating pliket ki, kakehan koment…
Tapi jadi lebih manfaat lo Pak !
hahaha
March 20, 2008 at 3:26
siapa bilang masyarakat kita nggak pinter dan ndak cerdas.
justru saking caerdas dan pinternya mereka sampai minteri Rakyatnya sendiri.
March 21, 2008 at 9:56
i luv reading activity…