Keyakinanmu adalah penjaramu
Posted by agus rest on March 14, 2008
Itulah pesan yang saya tangkap setelah membaca buku dengan judul Master Your Mind Design Your Destiny. Buku yang tergolong buku lama ini tapi baru bagi saya yang belum membacanya diterbitkan pada tahun 2005, ditulis oleh duo kebangsaan Singapura, Adam Khoo bersama sang kolega, Stuart Tan. Buku yang mencoba memberikan strategi bagaimana kita bersikap dan bertindak dalam perkembangan dunia yang kian hari kian terasa sulit, didalamnya juga disertai dengan berbagai latihan yang akan sangat berguna untuk membantu kita memahami isi buku secara keseluruhan. Sebelumnya buku ini sudah saya cari-cari sejak lama, setelah keberadaanya dimuat di salah satu milis yang saya ikuti. Bahkan sempat menyerah juga ketika di toko buku langganan saya telah habis terjual. Beruntunglah ternyata ada teman yang berbaik hati memberi info tentang keberadaan buku ini di kota tempat ia menuntut ilmu. Jadilah saya dapat buku idaman lewat kebaikan seorang teman saya itu
.
Kembali pada pokok tulisan, buku yang mencoba untuk mengingatkan kita, dalam bahasa yang lebih halus mereview, apa saja yang menjadi faktor penghambat hingga membuat kita takut untuk memulai sesuatu yang berlawanan dengan apa yang kita yakini selama ini. Seperti yang dicontohkan dalam buku, keyakinan kita kebanyakan terbentuk karena terlalu seringnya membuat model dari orang-orang penting yang ada di sekitar, misalnya orang tua, guru, atau teman-teman kita. Yang pada akhirnya ada kecenderungan untuk mengambil role model dari orang-orang tersebut. Jika orang tua kita yakin bahwa mereka tidak bisa kaya, biasanya keyakinan itu akan menular dan menghinggapi relung-relung pemikiran kita. Barangkali jika ada diantara kita yang tumbuh dan berkembang dalam sebuah keluarga yang anggota-anggotanya tidak ada yang menyelesaikan sekolahnya, tentu hal itu akan berimbas pada pemahaman bahwa pendidikan merupakan sebuah hal yang tidak penting ataupun teramat sulit untuk digapai. Dan banyak pula keyakinan-keyakinan yang lain yang terbentuk dari pengalaman-pengalaman kita sebelumnya.
Lalu bagaimanakah kita harus bersikap dengan adanya keyakinan-keyakinan yang menghambat kita untuk maju? Buku yang cukup komprehensif ini memberikan solusi bagaimana kita melatih dan mendefinisikan keyakinan baru, sehingga keyakinan penghambat kita dapat terpatahkan. Juga bagaimana kita melihat cetak biru orang-orang sukses yang sebelumnya bukanlah siapa-siapa. Mereka yang dengan berani tampil beda dan mematahkan mitos yang berkembang di masyarakat pada masanya masing-masing. Lihatlah Thomas Edison, Newton, Mahatma Ghandi, Bill Gates, Henry Ford, Oprah Winfrey, dan sederet nama-nama yang mampu membuat dunia menjadi berbeda. Jadi, kalau mereka bisa, mengapa kita tidak ?
Yahh…. barangkali buku ini bisa menjadi alternatif pilihan njenengan setelah meng-khatam-kan novel ayat-ayat cinta yang versi filmnya sekarang sedang mem-booming di seantero jagad yang bernama Indonesia ini


March 14, 2008 at 2:38
pyuh..pyuh..lek-lek’an juga kah, Kang? he..jadi penasaran ngoncek’i nie buku.
Matur suwun dah mampir.
March 14, 2008 at 6:32
seberapa besar kita memiliki keyakinan
sebesar itulah kita akan memperjuangkannya..
March 15, 2008 at 14:33
wah jadi pengen baca bukunya neh…
eh pinjemnya dimana mas?
March 15, 2008 at 18:02
buku menyemangati!
lantas, apakah tidak memberikan stimulus kepada kita juga tentang faktor luck itu!
apa ada cetak biru tentang kegagalan yang berkelanjutan? Hm…
March 15, 2008 at 23:17
udah jangan banyak baca buku nanti pinter dan kreatif loh hehehe
March 16, 2008 at 6:32
Lah…lah…
Jarene Kacang gak ninggalno Lanjaran sih Kang…
Atau Buah jatuhnya gak jauh-jauh dari Pohonnya…kecuali kintir neng kali, he..he..
Lah sampeyan mungkin termasuk sing kintir…ye
Jadi…?? Belajarlah kamu sampek ke negeri Antah Brantah ( Chino maksudne ).
Nek boso pondok-ane awak ndhwek iki kudu IKRO’…
March 17, 2008 at 1:45
@Dhodotes : nek ngonceki seng bersih yo cak
thx kunjungan baliknya
*

@Hanggadamai : yup
@Mybenjeng : coba di perpus daerah mas *ada ngga yah, la wong saya dptnya dgn membeli cak :smile *
@Peyek : ada yg bilang jg cak => usaha+luck=sukses , btw kita tdk dpt menikmati kesuksesan bila blm merasakan kegagalan*lupa sapa yg ngomong
@Tumes_Semut : jd letoy lg dehh
@Santri_gundhul : kintir ning ojo dadi kenthir wae cak
March 17, 2008 at 20:12
Perlu keberanian untuk mendobrak keyakinan yg terlanjur dah mengakar di masyarakat.Btw kalo di perpus daerah ngga ada,boleh pinjem ngga nih bukunya mas,soalnya aq dah coba pinjem yg jual buku ngga boleh