Polusiku, polusimu, polusi kita semua
Posted by agus rest on January 26, 2008
Kesan Gresik yang Polutif memang telah begitu lama menghantui masyarakat, hingga menimbulkan rasa panik dan cemas yang mendalam. Kesejahteraan yang gemilang pun menjadi barang yang langka dan kalaupun ada, mungkin sudah mahal harganya, semahal biaya berobat sekarang
. Benarkah Gresik amat sangat tidak layak untuk hidup? Tapi hanya layak untuk mencari penghidupan?. Benarkah tiap detik pernapasan yang kita lakukan pasti mengandung racun B3? Mungkin memang benar demikian realitas yang terjadi di kota tua yang dulu bernama Grisee ini. Sejak gegap gempita keberadaan industri yang semakin marak, namun tanpa didukung keberadaan sarana dan prasana yang memadai, seolah semakin menjustifikasi keadaan kota ini. Dengan tata kota yang tidak jelas hendak dibawa kemana, didukung dengan semrawutnya alur lalu lintas, hingga kehadiran pendatang yang semakin menyesakkan, menjadi kenyataan yang harus kita terima, sembari hanya bisa mengelus dada saja
Agenda pertanyaan diatas memang menjadi polemik yang tidak dapat terpecahkan hingga saat ini, hanya sebatas wacana yang berputar-putar dan tak jelas juntrungnya. Namun, bagaimanapun juga hal ini tetap membutuhkan perhatian kita bersama tentunya. Dengan fungsi kontrol wakil rakyat yang longgar, mengingat mayoritas wakil rakyat yang notabene berasal dari partai yang berkuasa sekarang. Ditambah dengan keadaan masyarakat yang semakin acuh tak acuh, yang hanya konsen pada masalah pekerjaannya saja, sedikitnya LSM yang benar-benar melaksanakan fungsinya, makin memberikan keleluasaan pihak eksekutif untuk mengambil kebijakan seenaknya, tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan.
Mungkinkah komunitas blogger Gresik bisa menjadi jembatan solusi tentang berbagai kondisi carut marutnya kota ini?. Jawabnya tentu berpulang pada diri kita masing-masing. Maukah kita menjadi kontrol bagi pelaksaaan pembangunan di daerah kita ini?. Mengingat wilayah geografis kota Gresik yang cukup luas, tentunya wadah dunia maya yang kita punyai, minimal dapat memberikan akses data ataupun informasi yang cepat yang mungkin saja terjadi di daerah-daerah terpencil, yang luput dari pantauan pemerintah daerah yang sekarang berpusat di wilayah Bunder itu. Bagaimana?


January 28, 2008 at 20:26
Masih untung akeh warung kopi jd aga keSlimur!!hehe
January 29, 2008 at 3:20
nah… gimana menumbuhkan kesadaran public untuk peduli akan hal demikian tidaklah gampang, sedangkan kebanyakan dari kita yang sedikit paham malah memilih diam.
hayo.. kapan? niat ra?
February 2, 2008 at 16:39
apa yang tidak mungkin??? jika para pemuda ngGresik mau peduli, pasti bisa memberikan solusi… paling tidak lewat blog… tapi mungkin nggak ya, pata petinggi baca blognya blogger ngGresik???
salam kenal cak… dari Sedayu City Explore | GRESIK
February 5, 2008 at 6:00
Stdknya adnya komunitas blogger grissee, tdk mmbuat warga grissee tdk melulu ngelus2 dada sj..iya kan?
February 5, 2008 at 15:18
Jadi teringat waktu Gelar Karya Musik Di depan gedung DPRD Gresik.
Waktu itu kita meminta, supaya di setiap Radius Beberapa kilo meter di bangun alarm (Tingkat kepadatan Polusi). Bila udara Gresik Sudah Diambang Batas Tak Layak Hisap (semisal Terjadi Kebocoran Gas atau sebagainya) Alarm Itu berbunyi dan warga bisa antisipasi.
Toh Sampai sekarang janji tinggal janji.
February 5, 2008 at 19:30
berarti adipura palsu iku…
February 7, 2008 at 15:13
@Gresikmusic : setuju bgt klo yg ini cak




@Peyek : Lah ini lagi ngompor-ngompori sampean cak
@Arek CJDW :Salam knal jg cak, semoga….brngkali skrg aspirasi ngga hrs turun ke jln khan?
@Akafuji : semoga
@kelompokcager :itulah tipikal pemimpin kita
@Dukunesse :bukan saia lho yg ngomong
March 14, 2008 at 13:04
seberapa parahkah polusi di gresik??
krn kebanyakan pabrik kali
June 4, 2008 at 17:16
sekedar silaturahmi aja mas..semoga sesama blogger saling silaturahmi..dan menjalin persaudaraan